Friday, May 3, 2013

Ancol, Senja Hari


Oleh: Helmi Junaidi





Pemandangan laut dilihat dari hotel Mercure Ancol bagus juga. Apalagi saat senja begini. Ada beberapa jetski, perahu boat dan kereta gantung hilir mudik. Saya kira sama juga dengan pemandangan pantai di Bali. Entah kenapa Ancol tak begitu populer di kalangan selebriti. Mungkin soal image. Ada juga pohon kelapa, pohon rindang, bunga dan kolam ikan. Di kejauhan, di latar belakang perahu-perahu jetsky, berjejer kapal-kapal besar yang bersandar di Priuk. Dan tentu ini jauh lebih nyaman dari pemandangan jendela hotel dan gedung-gedung bertingkat yang ada di pusat kota Jakarta. Saya kira saya akan krasan di Jakarta kalau bermukim disini. :D Sekali-kali boleh juga Anda kesini bagi yang belum. Dekat, tak perlu jauh kemana-mana.   

Waah... sayang @ahmadantony tak ikut kesini. Kalau ikut dia bisa menggubah syair yang indah untuk kita semua. :D Ada kolam renangnya juga, tepat dipinggir pantai. Sayang tak bisa renang, sudah malam. Lagian, saya bukan tamu hotel, cuma numpang lewat saja. Hahaha…    Yah, malam makin larut, ngantuk tenan… Eh, ada cowoknya seorang penyanyi kita yang ikut menyanyi di panggung. Ceweknya yang terkenal, cowoknya tidak.

Beberapa tahun yang lalu di Yogya, di Hotel Hyatt di Jalan Kaliurang itu, saya pernah juga melihat pesta lulusan SMA seorang anak yang bapaknya tajir. Meriah. Semua temannya diundang. Saya lalu penasaran pingin tahu berapa kira-kira biaya pesta meriah anak-anak SMA itu. Tanya-tanya. Dan jawabannya adalah "wow".  Ah, sudahlah... Dan saya lalu menikmati suasana saja. Leyeh-leyeh di kursi kolam renang Hyatt yang terletak di pinggir lapangan golf luas nan hijau.

Lha iya, masa saya ini cuma disuruh blusukan di metromini dan emperan malioboro saja. Eeww… -_- Kan perlu juga sekali-kali saya "survey" ke lain tempat begini. Supaya tahu juga. Di antara acara blusukan beginian, yang paling asyik dulu adalah dinner saat sunset di kapal pesiar di Benoa, Bali, tahun 2000. Gile, dinner seharga $40. Tentu saja saya tak ikut bayar $40, bangkrut entar. Sangu ke Bali saja cuma Rp 200 ribu. Kan saya juga bukan guest di sana, cuma numpang lewat juga. Hahaha... :D

Tapi, saudara- saudara, bersyukurlah. Karena "hasil survey" tersebut menyatakan bahwa menu seharga $40 tersebut rasanya tak jauh beda kok dengan menu iwak peyek sego jagung harga Rp 4 ribu. Seperti yang di lagu itu. Sepanjang kita bisa makan 3x sehari tanpa perlu utang sana sini bersyukurlah. Kan itu yang penting. Ingat syair lagu Gali Lobang Tutup Lobang? :D Lain syakartum laazidannakum. Begitu.

Btw, saya masih ingin juga bermukim di Ancol sono. :D Kalau ini kan bukan soal menu, tapi pemandangan.

Jakarta, 25 Aug 2012